Translate

Jumat, 24 Mei 2013

Doa Ibu Sepanjang Masa

=Mamma'ko Nabumbun Lobo',..."(Remah-remah Pertapaan)

Seperti kebiasaanku di pagi hari setelah doa pagi aku akan segera memasak air untuk kopi pagiku kemudian duduk di depan pendopo payung menikmati segelas kopi hitam dan membakar sebatang rokok class mild sembari membaca status terbaru di FB. Pagi ini ada yang special dengan menu kopiku, kopi arabika tumbuk (kopi paklambuk) kucampur dengan kuning telur ayam kampung. Menu ini sesekali kubuat ketika badan kurang begitu fit atau ketika akan melakukan kunjungan stasi yang menguras banyak energi. 

Kubuka FB dengan BB dan kulihat ada teman baikku yang berulang tahun. Kuingin menyapanya dengan ucapan selamat ulang tahun sekaligus menjadikan sapaan dan ucapan tersebut sebagai doa dan KaDo-ku. Kucoba menyusunnya dalam untaian puisi ulang tahun tetapi terasa lucu dan aneh karena aku bukanlah seorang pujangga yang pandai memainkan kata dan frasa. Kuhapus kembali karena akan membuatnya tertawa. Lalu kubuatlah KaDo ini dalam bahasa Toraja, juga bukan dalam bentuk puisi tetapi dalam bentuk doa dan kisah:

Sangmaneku,...!!!
Salama' allo kaditibussananmu tama te lino. Denno upa' ammu masakke mairi' ammu marudinding lan katuaoanmu. Sebagai KaDoku, kuingin memberimu sebuah kisah ulang tahun sebagai doa dan kisahku untukmu.
Engkau pasti tidak tahu bahwa waktu kecil ibu dan nenekmu meninabobokanmu dengan doa-doa indah mereka, "Mamma'ko nabumbun lobo', naparitangnga kasalle. Denno upa' ammu lobo' mukasalle, ammu manarang mukinaya, ammu bida mubarani, ..." Aku membayangkan kata-kata ini didoakan oleh ibu dan nenekmu sesering mungkin setiap kali engkau menangis dan akan menidurkanmu karena ibumu pernah berkisah tentang dirimu waktu engkau masih bayi yang sukaknya nangis.

Kuingin membangunkanmu dari tidurmu akan arti doa ibu dan nenekmu itu. "Mammakko nabumbun lobo', naparitangnga kasalle ...denno upa' ammu lobo' mu kasalle". Sebua doa penuh harapan bahwa semoga dirimu bertumbuh dalam perkembangan seperti harapan banyak orang yakni bertumbuh sehat dalam jasmani dan rohani. Dan harapan bahwa kelak dirimu menjadi orang yang berguna dan menjadi orang besar (ammu lobo' mu kasalle). Kasalle atau kapua, bukan dalam arti hurufiah tetapi kasalle dalam harapan menjadi orang terkenal dan sukses "mendadi to kapua". 

Doa dan harapan kedua ibu dan nenekmu ketika itu adalah, "Ammu manarang mu kinaya". Sebuah harapan dalam doa supaya dirimu menjadi orang yang berpengetahuan, tetapi bukan sekedar berpengetahuan saja tetapi supaya pengetahuan yang engkau miliki engkau gunakan untuk membangun dirimu dan orang lain, menjadi "to kinaya", menjadi orang yang tahu menggunakan ilmunya alias menjadi orang bijak yang berguna bagi banyak orang. Karena itulah di saat orang berulang tahun diucapkan kata semoga panjang umur, bukan saja supaya umurnya panjang tetapi bahwa supaya hidupnya berguna bagi banyak orang.

Doa dan harapan ketiga ibu nan nenekmu ketika itu (dan mengharapkan bahwa sekarang sudah atau sedang akan berbuah) adalah, "ammu bida mu barani". Bida atau bidja adalah istilah untuk ayam jago. Maka ketika ibu dan nenekmu mengharapkan dan mendoakanmu supaya dirimu menjadi seperti ayam jago yang tidak pernah takut kepada siapa pun (kecuali Puang Matua) sesungguhnya mereka berharap supaya dirimu menjadi seorang pembela kebenaran dan keadilan; mengatakan salah kalau salah dan benar kalau benar tanpa takut dengan siapa pun. Tapi tentu saja haruslah engkau bijaksana dalam hal ini. Sang Guru telah mengajarkan bagaimana berhadapan dengan setiap situasi; hendaknya tulus seperti merpati,...

Sangmaneku,...!!!
Di hari ulang tahunmu hari ini, aku hanya datang untuk membangunkanmu, jangan sampai engkau tertidur dalam mimpi panjangmu. Mengingatkanmu akan tiga "doa sakti" ibumu di masa bayimu beberapa puluh tahun lalu; menjadi orang sukses, bijaksana, dan berani membela kebenaran dan keadilan tanpa takut dan gentar kepada siapaun bagai ayam jantan (manuk bidja). Supaya dirimu menjadi orang yang suses dalam hidup, menjadi orang yang berpengetahuan dan bijaksana, dan menjadi orang yang hanya takut kepada Allah.

Sangmaneku,...!!!
Aku akhiri ucapan kasihku di hari bahagiamu pada hari ini sampai di sini dulu. Lain kesempatan kita bersua kembali dalam kisah dan cerita. Pekerjaan dan pelayanan menunggu; baik diriku maupun dirimu. Untuk aku, aku masih akan menguras kolam di samping dapur untuk makan siang kami hari ini karena tikua ma'tik bangngomo tu elo makkande-kande lele dumbo, laki piong opa sola don lau. Marasa ade' nakua sangbanuangki, hahaha.***

Kawasan Rawan Longsor
(Sangpaningoanmu tommu bitti')

Tidak ada komentar:

Posting Komentar