Translate

Senin, 17 Juni 2013

Melatih Diri Menata Hati

“Ketidakberdayaan adalah penjajahan diri yang nyata terhadap diri sendiri. Ketidakberdayaan menjadikan seseorang tak bisa berbuat banyak. 

Bagaimana mau membantu orang lain, dengan diri sendiri saja masih kesulitan. Diri ini harus berdaya supaya bisa berbuat banyak bagi diri sendiri dan orang lain.”

“Ketergantungan pada orang lain itu menyempitkan hati. Diri ini harus menuntut kemandirian. Diri ini harus menantang diri sendiri untuk bisa tegak berdiri di atas kaki sendiri.”

“Hargai pekerjaan yang kamu miliki. Menjadilah ahli dalam pekerjaanmu itu. 

Keahlianmu akan mengantarkanmu ke tempat-tempat lebih baik yang tak terbayangkan sebelumnya olehmu.”

“Jangan serahkan semuanya pada Tuhan. 
Untuk tugasmu, kerjakan dengan benar, buat strategi. Itu semua tergantung kecerdasan dan kepiawaianmu. 

Jangan mengambinghitamkan Tuhan untuk kegagalanmu itu. Kamu tidak boleh gagal kalau hanya untuk menyelesaikan tugas rutin yang polanya sama dari waktu ke waktu.”

“Keadaan di luar tak bisa sepenuhnya dikendalikan olehmu. Ada kalanya kamu merasa tak didengarkan, jangan bersedih, berpijaklah pada realitas, jangan sampai pekerjaanmu berantakan.”

“Kamu bekerja keraslah dalam diammu. Memamerkan betapa sulit pekerjaanmu bukan tindakan elegan. 

Memamerkan betapa tertekannya kamu dengan pekerjaan, bukan tindakan elegan. Orang yang banyak tahu dan banyak bekerja hanya bicara seperlunya, tak ada waktu untuk berpanjang kata sia-sia.”

“Perhatikan sekelilingmu, orang yang banyak bicara biasanya sedikit hasil kerjanya. 

Orang yang sedikit bicara biasanya banyak hasil kerjanya. Orang-orang produktif yang kinerjanya di atas rata-rata, tahu kapan bicara dan tahu kapan sebaiknya diam.”

“Orang yang banyak alasan itu sangat menyebalkan. Bagaikan benalu yang menggerogoti sistem, menyusahkan orang-orang di lingkungannya. 

Kegagalan itu tidak bisa ditolerir. Orang harus selalu siap dengan banyak cara, sehingga yang namanya kegagalan memang tidak boleh ada.”

“Gunakan waktu sebaik-baiknya. Mana ada istilah kekurangan waktu atau tak ada waktu.”


Tidak ada komentar:

Posting Komentar